Saya terjebak dalam ruang entah dengan tembok
putih menua.
Tak ada nyawa selain saya dan hawa
dingin yang mendera.
Tepat di depan saya, ada satu papan dari
kayu rapuh, yang ternyata ialah pintu.
Saya ingin keluar, dari sunyi yang mulai
menjalar.
Tetapi belum sempat saya raih gagangnya,
telah terdengar ketukan parau di balik pintu.
Tak berani saya membuka. Takut sesiapa
yang tak dinanti berada dibaliknya.
Saya mundur perlahan, kemudian duduk
menepi di sudut dinding kesepian.
Tak berapa lama Sesiapa itu datang..
Sosok yang mendobrak dengan tanpa tenaga. Membawa saya kabur tanpa bertanya.
Sosok yang mendobrak dengan tanpa tenaga. Membawa saya kabur tanpa bertanya.
Sedetik setelahnya saya mengenal ia
sebagai rindu, yang menyelamatkan saya dari ruang ragu.
