Luapan perasaan

Dear kamu,
Kau tau? Berhari hari ini yang ku lakukan selalu sama
Berteman dengan pekat
Melahap semua lagu sendu
Menangisi segala yang  telah terjadi
Memutar kembali setiap inci memori yang lalu
Awal dari setiap rasa yang ada

Ya aku bodoh, mengartikan segalanya adalah cinta yang berbalas
Ku kira, semua perhatianmu hanya kau tunjukkan padaku
Nyatanya?
Aih tidak tidak, ini semua salahku!
Aku yang dengan mudahnya menyandarkan perasaan padamu
Aku sempat lupa aku punya hati. aku terlalu memikirkan bagaimana hatimu, apakah ia mungkin mencintaiku? aku terlalu sibuk bertanya, apa akan ada waktunya bagi kita untuk bersama?
Sebenarnya aku ini apa di matamu?
Medan permainan? Boneka? Barbie?
Lantas untuk apa aku selalu menyisipkan nama mu dalam dawai doaku?
Inikah jawabannya?
Ya inilah jawaban tiap doa ku. Aku menerimanya. Aku menyerah. Aku Pasrah.

Lantas apa yang kau lakukan ketika aku menyerah?
Kau hadir lagi,membawa senyum yang menawan dan seuntai janji dan kata manis
Mengganggu segala usahaku mengubur perasaan dan melupakan

Aku sudah lelah menangis, tak ingin pula mengemis.
cintamu, hatimu, apapun itu yang biasa menjadi candu, rasanya tak ingin lagi kudamba tanpa tau malu. 

Aku lelah menangis. jika saja, aku bisa terbang mencari sosok lain yang sembunyi.  jika saja, aku dapat membunuh perasaan sekarat ini yang hanya memporandakan hati. 


note: 
teruntuk teman saya, semoga lekas sembuh dari kepatah hatianmu.
saya tak bisa lakukan apa apa, tulisan ini adalah luapan perasaan

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »